Hanif Cahyo Adi Kistoro, Badrun Kartowagiran, Ngainun Naim, Eva Latipah, Himawan Putranta, Darmanto Minggele
The purpose of this research is to determine the reasons and motivations for wearing the veil among female students. This research method uses a phenomenological approach as part of qualitative research. Participants in this research were female students from private universities in Yogyakarta. In-depth interviews using an interview guide instrument are a technique in data collection. Data analysis using semantic reduction is done by identifying important statements from the results of the interview, determining the theme of the discussion, and describing the significance of the whole experience of veiled students. The findings of this research indicate that there are five main themes in the wear of the veil in universities, namely the average age of female students who wear a veil, motivation and reasons for wearing a veil, perceptions from within themselves and their environment, constraints encountered, and consistency in wearing a veil. Some of the findings obtained are certainly new references that need to be further developed. Knowledge of Islamophobia, especially the perception of the veil phenomenon, is important for educational institutions in determining policy and for the community to be a reference in dealing with the phenomenon.Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui alasan dan motivasi penggunaan cadar di kalangan mahasiswi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis sebagai bagian dari penelitian kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswi dari universitas swasta di Yogyakarta. Wawancara mendalam menggunakan instrumen panduan wawancara menjadi teknik dalam pengumpulan data. Analisis data menggunakan reduksi semantik yang dilakukan dengan mengidentifikasi pernyataan penting dari hasil wawancara, menentukan tema diskusi, dan menggambarkan pentingnya seluruh pengalaman mahasiswi yang bercadar. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa ada lima tema utama dalam penggunaan cadar di perguruan tinggi, yaitu usia rata-rata mahasiswi yang bercadar, motivasi dan alasan untuk bercadar, persepsi dari dalam diri mereka dan lingkungan mereka, kendala yang dihadapi, dan konsistensi dalam bercadar. Beberapa temuan yang didapat tentu saja merupakan referensi baru yang perlu dikembangkan lebih lanjut. Pengetahuan tentang Islamophobia terutama persepsi tentang fenomena cadar adalah penting bagi institusi pendidikan dalam menentukan kebijakan dan bagi masyarakat untuk menjadi referensi dalam menghadapi fenomena tersebut. © 2020. All Rights Reserved.
Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Ahmad, Dahlan, Indonesia; Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia; Institut Agama Islam Negeri Tulungagung; Sunan Kalijaga State Islamic University, Yogyakarta, Indonesia; Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia; Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia